Sabtu, 03 Juni 2017

Sistem koordinat kartesius tiga dimensi

koordinat kartesius dua dimensi yang kita ketahui, yaitu sistem koordinat yang terbentuk oleh dua garis yang saling tegak lurus nah kini kita akan mempelajari Koordinat kartesius dalam dimensi tiga,maksudnya adalah tiga garis lurus yang saling tegak lurus yang dinamakan sumbu x, sumbu y, dan sumbu z. Dari ketiga sumbu tersebut dapat ditentukan tiga bidang yaitu bidang xy, bidang xz dan bidang yz. 
Ketiga bidang membagi ruang menjadi delapan oktan, yaitu oktan-oktan I, II, III, IV, V, VI, VII dan VIII. Oktan-oktan I, II, III, dan IV berada diatas bidang xy. Sedangkan oktan-oktan V, VI, VII dan VIII berada dibawah bidang xy seperti gambar di atas

Oktan I            : (x+ , y+, z+)                                         Oktan V          : (x+ , y+, z-)
Oktan II          : (x+ , y-, z+)                                          Oktan VI         : (x+ , y-, z-)
Oktan III         : (x- , y-, z+)                                           Oktan VII       : (x- , y-, z-)
Oktan IV         : (x- , y+, z+)                                          Oktan VIII      : (x- , y+, z-)

dalam membuat titik di dimensi tiga adapun cara yang di perlukan dalam membuat P(x,y,z)

1. proyeksi bidang xy, z = 0
    A(x,y,0)
2. proyeksi bidang xz, y = 0
    B(x,0,z)
3. proyeksi bidang yz, x = 0
    C(0,y,z)
Jarak antar Titik
di misalkan

 kita akan menentukan jarak titik asal O ke titik P (x1, y1, z­­1).

|OA| = x1
|AB| = y1
|BP| = z1

Perhatikan segitiga AOB yang siku-siku di A, maka :
|OB|2 = |OA|2 + |AB|2
|OB|2 = x12 + y12
Kemudian perhatikan pada segitiga OBP yang siku-siku di B berlaku bahwa :
|OP|2 = |OB|2 + |BP|2
|OP|2 = x12 + y12 + z12 (jika jarak O ke P(x1,y1,z1))
Sehingga kita dapatkan bahwa untuk mencari jarak dari titik asal ke suatu titik adalah

maka dalam menentukan jarak ttitk dapat di gunakan rumus



Minggu, 28 Mei 2017

Vektor dalam bidang

Vektor adala himpunan ruas garis berarah yang mempunyai besar dan arah yang sama.
Vektor digambarkan seperti anak panah (ruas garis berarah). Panjang ruas garis menyatakan besarnya vektor dan arah anak panah menyatakan arah vektor. 
pada gambar diatas, ruas-ruas garis berarah mempunyai besar dan arah sama, maka vektor itu dapat dinyatakan dengan simbol u atau dengan dua huruf besar. misalnya AB (diberi tanda panah diatas atau dibawah) ini dimaksudkan vektor dengan titik pangkal A dan titik ujung B. vektor ini dinamakan vektor bebas.
Suatu vektor yang titik pangkalnya tertentu dan vektor lainnya harus mempunyai titik pangkal tertentu, maka vektor dinamakan vektor posisi (vektor letak)


vektor di R2 adalah vektor yang terletak di satu bidang
atau Vektor yang hanya mempunyai dua komponen yaitu x dan y
Vektor di R3 adalah Vektor yang terletak di
ruang dimensi tiga  Vektor yang mempunyai tiga komponen yaitu x, y dan z



Penjumlahan Vektor
a. cara segitiga
untuk memperoleh jumlah dua vektor u dan v, yaitu u + v, gambarlah vektor v yang titik pangkalnya berimpit dengan titik ujung vektor u. Maka u + v adalah vektor yang menghubungkan titik pangkal u dan titik ujung vektor v .


b. cara jajarangenjang
cara ini dengan menggambarkan vektor v sehingga titik pangkalnya berimpit dengan titik pangkal vektor u. selanjutnya dibuat garis dari ujung u sejajar v dan garis dari ujung v sejajar u, sehingga didapat bangun jajaran genjang. Maka u + v adalah vektor yang bertitik  pangkal berimpit dengan titik pangkal u dan berimpit diagonal jajaran genjan


Pengurangan Vektor
Pengurangan vektor aadalah u - v = u + (-v). sehingga digambarkan sebagai berikut :
Teorema :
untuk sebarang vektor u, v dan w dan sebarang skalar a dan b berlaku sifat-sifat berikut 

perkalian vektor




Teorema hasil kali titik
untuk sebarang vektor u, v dan w dan k suatu skalar berlaku sifat-sifat berikut ini 




persamaan parametrik

Bentuk umum persamaan parametri dari suatu kurva bidang adalah



kurva bidang ada 4 macam, yaitu:
(1) Kurva tertutup sederhana
(2) Kurva tertutup tidak sederhana
(3) Kurva tidak tertutup sederhana
(4) Kurva tidak terp dan tidak sederhana


Suatu kruva dikatakan tertutup apabila titik ujung pangkalnya berimpit. Suatu kurva dikatakan sederhana, apabila kurva tersebut tidak mempunyai titik potong (dua nilai atau lebih memberikan titik titik yang sama).

Persamaan parametrik suatu kurva dapat dinyatakan ke dalam persamaan Kartesius dengan cara melenyapkan parameternya. Untuk meletutunyapkan parameternya, kadang menggunakan cara substitusi atau menentukan hubungan dari parameternya.
Setiap persamaan Kartesius dapat dinyatakan sebagai persamaan parameternya dan sebaliknya kadang kadang suatu kurva dapat dinyatakan dengan persamaan parameternya yang sederhana, tetapi jika dinyatakan dalam persamaan Kartesius menjadi lebih rumit. Kurva dari suatu persamaan parametrik merupakan kurva berarah.